Arab Saudi Kenakan Pajak Baru, Ongkos Umroh Naik Rp 2 Jutaan

Baru-baru ini pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan kebijakan pajak terhadap semua jamaah umrah dan haji.

Harus baca

11 Sekuritas Ini Memiliki Online Trading Syariah Bersertifikat DSN MUI

Sekuritas syariah Indonesia- Daftar (terbarukan) Perusahaan Online Trading yang telah mendapatkan sertifikat kesesuaian syariah dari DSN-MUI:

Daftar Saham Syariah Terbaru 2020

Secara reguler, Bursa Efek Indonesia memperbarui data daftar saham syariah yang di dapat di index ISSI, sebagai...

Selamat Datang, Investor Syariah Indonesia

Selamat Datang, Investor Syariah Indonesia - Ada kabar gembira untuk para pecinta investasi syariah di Indonesia. Kini telah hadir,...

Baru-baru ini pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan kebijakan pajak terhadap semua jamaah umrah dan haji. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap biaya umrah dan haji.

Ini dikeluhkan oleh Ketua Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) Baluki Ahmad yang mengatakan  kebijakan tersebut kurang bijaksana. Menurutnya,  pemerintah Saudi awalnya hanya mengenakan pajak progresif pada jamaah yang beribadah umrah lebih dari satu kali dalam kurun waktu 3 tahun.

Namun kini pemerintah Saudi juga mengubah sistem visa yang berdampak pada tarif tambahan yang dikenakan kepada jemaah. Untuk perubahan sistem tarif ini setiap anggota jemaah dikenakan 300 real dan belom komponen lainnya.

“Pengaruh cukup tinggi kasihan teman-teman penyelenggara dengan paket yang sudah ada dan ditentukan.  Enggak pantas ini dilakukan oleh pemerintah Saudi object visa diberlakukan kalau mau menghimpun dana dari devisa juga cukup,” kata Baluki Ahmad kepada CNBC Indonesia, Rabu (12/9/2019).

Dia menuturkan bahwa terkait dengan tambahan biaya tersebut, Kementerian Agama juga sudah mengomentari.

“Kemenag sudah mengomentari dan kita ketemu tim Saudi yang datang tapi tetap bilang negara lain juga visa-nya berbayar. Namun ini kan urusan ibadah kalau yang lain mereka holiday,” papar nya.

Dia menuturkan bahwa pihaknya juga sudah membahas hal ini ke pemerintah dan seluruh penyelenggara di negara Asia. Keluhan ini diharapkan dapat didengarkan dan perhatian pemerinta Arab Saudi agar meniadakan kebijakan ini.

Menurutnya, ada penambahan yang cukup besar, yakni sekitar SAR 500 atau setara dengan Rp 1,8 juta. “Komponen visa akan mencapai minimal SAR 500 sudah termasuk di dalamnya subjek visa yang SAR 300 (Rp 1,1 juta). Jadi, jika dijumlah bisa mencapai Rp 2 jutaan atau lebih. 

Terkait hal ini Baluki juga meminta seluruh jajaran untuk menyampaikan kebijakan baru ini kepada calon jamaah. Meski begitu, menurutnya tidak akan mengurangi jumlah jemaah yang ingin umrah dan berangkat haji. (gus)

Artikel ini telah tayang di CNBC Indonesia dengan judul “Arab Saudi Kenakan Pajak Baru, Ongkos Umroh Naik Rp 2 Jutaan

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Mengenal Saham syariah, Landasan Hukum DSN-MUI dan Keunggulannya

Mengenal saham syariah indonesiaTentunya banyak diantara Sahabat Syariah yang sudah pernah mendengar tentang...

Daftar Saham Syariah Terbaru 2020

Secara reguler, Bursa Efek Indonesia memperbarui data daftar saham syariah yang di dapat di index ISSI, sebagai index syariah terbesar yang memuat...

Mengenal Bank Syariah Mandiri, Profil, Produk dan 4 Kelebihannya

Sebagai salah satu bank BUMN besar dan ternama di Indonesia, Bank Mandiri juga memiliki anak perusahaan di bidang syariah yang bergerak dibidang...

Arab Saudi Kenakan Pajak Baru, Ongkos Umroh Naik Rp 2 Jutaan

Baru-baru ini pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan kebijakan pajak terhadap semua jamaah umrah dan haji. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap biaya umrah dan haji.Ini...

Permata Bank Luncurkan Layanan Syariah lewat Platform Digital

PermataBank meluncurkan layanan perbankan Syariah pada platform digital yang melengkapi aplikasi PermataMobile X menjadi The First Sharia Mobile Banking Super App....
- Advertisement -

Artikel lainnya yang sama dengan ini

- Advertisement -