Struktur pengurus baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026–2031 atau 1447–1452 Hijriah resmi dikukuhkan. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional, dengan melibatkan tokoh-tokoh strategis dari pemerintah, dunia usaha, dan akademisi.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Presiden ke-13 RI, KH. Ma’ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PP MES. Acara berlangsung di The Tribrata Convention Center Darmawangsa, Jakarta, pada Minggu (24/5/2026).
Rosan P. Roeslani dipilih menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat MES melalui sidang pleno Munas VII MES di Jakarta pada 11 Januari 2026. Ia dipercaya untuk memimpin arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan. Rosan saat ini juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Mendampingi Rosan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono ditetapkan sebagai Ketua Harian MES.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Agama yang juga Dewan Pembina MES KH. Nasaruddin Umar, Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari, Ketua Dewan Pakar PP MES KH. Adi Hidayat, dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. Kehadiran para tokoh ini merefleksikan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan ekosistem syariah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ferry menegaskan peran strategis MES ke depan. “MES hadir bukan hanya sebagai forum wacana, tetapi sebagai instrumen operasional yang memberi dampak nyata. Kami akan memastikan UMKM, koperasi, dan industri halal mendapat dukungan penuh dari ekosistem syariah,” ujar Ferry.
Ferry juga menekankan bahwa MES akan berperan aktif membantu pelaku usaha menghadapi hambatan perizinan, serta menyediakan pendampingan bagi UMKM dan koperasi agar mampu mengembangkan bisnis berbasis syariah.
Ke depan, MES juga akan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk melakukan kajian, penelitian, serta pengembangan konsep ekonomi syariah yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
Mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Kolaboratif untuk Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing dan Berdampak Luas”, pelantikan pengurus MES yang baru menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi Indonesia.
Ma’ruf Amin berharap keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional. “Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

