Dukungan DSN dalam Pengembangan Fintech Syariah

Harus baca

Mengenal Bank Syariah Mandiri, Profil, Produk dan 4 Kelebihannya

Sebagai salah satu bank BUMN besar dan ternama di Indonesia, Bank Mandiri juga memiliki anak perusahaan di bidang syariah...

Daftar Saham Syariah Terbaru 2020

Secara reguler, Bursa Efek Indonesia memperbarui data daftar saham syariah yang di dapat di index ISSI, sebagai index syariah...

11 Sekuritas Ini Memiliki Online Trading Syariah Bersertifikat DSN MUI

Sekuritas syariah Indonesia- Daftar (terbarukan) Perusahaan Online Trading yang telah mendapatkan sertifikat kesesuaian syariah dari DSN-MUI:NOPERUSAHAANNAMA PRODUKTAHUN SERTIFIKASIMASA BERLAKU1PT...

Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penyusunan peta jalan financial technology (fintech) syariah yang diinisiasi Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). DSN merupakan lembaga yang bertanggung jawab memberi rekomendasi atau opini syariah pada fintech yang hendak mendaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sehingga perizinan fintech pembiayaan syariah lebih ketat daripada konvensional. Anggota DSN MUI yang membidangi fintech, Azharuddin Lathif menyampaikan DSN membantu mengembangkan fintech dari beberapa aspek. Pertama, dalam penerbitan fatwa terkait fintech syariah. 

Azhar mengatakan saat ini sudah ada fatwa yakni fatwa Nomor 116 Tahun 2017 tentang uang elektronik dan fatwa Nomor 117 Tahun 2018 tentang layanan pembiayaan berbasis TI (peer to peer lending). Kedua, pemberian rekomendasi calon pengawas syariah yang akan masuk dalam perusahaan fintech syariah.

“Ketiga, sosialisasi, literasi, dan edukasi aspek prinsip syariah fintech di masyarakat,” katanya kepada Republika.co.id, Ahad (15/9).

Contoh terbaru, DSN telah memberikan rekomendasi pada fintech lending Amartha dari PT Amartha Mikro Fintek. Amartha telah menjalankan operasional konvensionalnya sejak berizin dan terdaftar di OJK pada 13 Mei 2019.

Amartha juga menjalankan operasional syariah sehingga harus mendapat izin dari OJK. Rekomendasi syariah tersebut sebagai syarat untuk pendaftaran fintech syariah di OJK. Rekomendasi utamanya untuk penunjukkan calon Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Menurut Azhar, Amartha sudah mendapatkan DPS yang direkomendasikan oleh DSN sejak 29 Januari 2019 lalu. Selanjutnya Amartha menjalani proses perizinan di OJK.

Menurut data OJK per 7 Agustus 2019, terdapat sembilan fintech peer to peer financing syariah yang terdaftar di OJK. Sembilan fintech itu ialah Investree, Ammana, Dana Syariah, Danakoo, Alami Sharia, Syarfi, Duha Syariah, Qazwa ID, dan Bsalam.

Artikel ini telah tayang di Republika.com dengan judul Dukungan DSN dalam Pengembangan Fintech Syariah

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Daftar Saham Syariah INDEX Jakarta Islamic Index 70 (JII70) Periode Desember 2020 – Mei 2021

Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index) adalah indeks saham syariah yang diluncurkan BEI pada tanggal 17 Mei 2018. Konstituen...
- Advertisement -

Artikel lainnya yang sama dengan ini

- Advertisement -