Dukungan DSN dalam Pengembangan Fintech Syariah

Harus baca

11 Sekuritas Ini Memiliki Online Trading Syariah Bersertifikat DSN MUI

Sekuritas syariah Indonesia- Daftar (terbarukan) Perusahaan Online Trading yang telah mendapatkan sertifikat kesesuaian syariah dari DSN-MUI:

Selamat Datang, Investor Syariah Indonesia

Selamat Datang, Investor Syariah Indonesia - Ada kabar gembira untuk para pecinta investasi syariah di Indonesia. Kini telah hadir,...

Mengenal Bank Syariah Mandiri, Profil, Produk dan 4 Kelebihannya

Sebagai salah satu bank BUMN besar dan ternama di Indonesia, Bank Mandiri juga memiliki anak perusahaan di...

Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penyusunan peta jalan financial technology (fintech) syariah yang diinisiasi Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). DSN merupakan lembaga yang bertanggung jawab memberi rekomendasi atau opini syariah pada fintech yang hendak mendaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sehingga perizinan fintech pembiayaan syariah lebih ketat daripada konvensional. Anggota DSN MUI yang membidangi fintech, Azharuddin Lathif menyampaikan DSN membantu mengembangkan fintech dari beberapa aspek. Pertama, dalam penerbitan fatwa terkait fintech syariah. 

Azhar mengatakan saat ini sudah ada fatwa yakni fatwa Nomor 116 Tahun 2017 tentang uang elektronik dan fatwa Nomor 117 Tahun 2018 tentang layanan pembiayaan berbasis TI (peer to peer lending). Kedua, pemberian rekomendasi calon pengawas syariah yang akan masuk dalam perusahaan fintech syariah.

“Ketiga, sosialisasi, literasi, dan edukasi aspek prinsip syariah fintech di masyarakat,” katanya kepada Republika.co.id, Ahad (15/9).

Contoh terbaru, DSN telah memberikan rekomendasi pada fintech lending Amartha dari PT Amartha Mikro Fintek. Amartha telah menjalankan operasional konvensionalnya sejak berizin dan terdaftar di OJK pada 13 Mei 2019.

Amartha juga menjalankan operasional syariah sehingga harus mendapat izin dari OJK. Rekomendasi syariah tersebut sebagai syarat untuk pendaftaran fintech syariah di OJK. Rekomendasi utamanya untuk penunjukkan calon Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Menurut Azhar, Amartha sudah mendapatkan DPS yang direkomendasikan oleh DSN sejak 29 Januari 2019 lalu. Selanjutnya Amartha menjalani proses perizinan di OJK.

Menurut data OJK per 7 Agustus 2019, terdapat sembilan fintech peer to peer financing syariah yang terdaftar di OJK. Sembilan fintech itu ialah Investree, Ammana, Dana Syariah, Danakoo, Alami Sharia, Syarfi, Duha Syariah, Qazwa ID, dan Bsalam.

Artikel ini telah tayang di Republika.com dengan judul Dukungan DSN dalam Pengembangan Fintech Syariah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

Daftar Saham Syariah Terbaru 2020

Secara reguler, Bursa Efek Indonesia memperbarui data daftar saham syariah yang di dapat di index ISSI, sebagai...

Mengenal Bank Syariah Mandiri, Profil, Produk dan 4 Kelebihannya

Sebagai salah satu bank BUMN besar dan ternama di Indonesia, Bank Mandiri juga memiliki anak perusahaan di bidang syariah yang bergerak dibidang...

Arab Saudi Kenakan Pajak Baru, Ongkos Umroh Naik Rp 2 Jutaan

Baru-baru ini pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan kebijakan pajak terhadap semua jamaah umrah dan haji. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap biaya umrah dan haji.Ini...

Permata Bank Luncurkan Layanan Syariah lewat Platform Digital

PermataBank meluncurkan layanan perbankan Syariah pada platform digital yang melengkapi aplikasi PermataMobile X menjadi The First Sharia Mobile Banking Super App....

Sri Mulyani: Indonesia Punya Potensi Besar Dalam Perekonomian Syariah

Menteri Keuangan Sri Mulyani ditunjuk menjadi ketua umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia ( IAEI) periode 2019-2023. Mantan Direktur Pelaksana...
- Advertisement -

Artikel lainnya yang sama dengan ini

- Advertisement -